: Kitab ini ditulis dengan manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah yang moderat. Kehadiran kitab ini pada masanya berhasil meredakan ketegangan akibat salah paham masyarakat Nusantara terhadap ajaran Wahdatul Wujud (manunggaling kawula gusti).

This public link is valid for 7 days and shares a thread, including any personal information you added. This link or copies made by others cannot be deleted. If you share with third parties, their policies apply. Can’t copy the link right now. Try again later.

Carilah edisi tahqiq dari Malaysia (terbitan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia - JAKIM ) karena sudah melalui proses verifikasi teks.

Tingkatan cinta tertinggi kepada Allah, rasa rindu, ketentraman jiwa, dan rela atas segala takdir.

Hakikat melepaskan keterikatan hati dari harta dan kemewahan duniawi.

Ditulis selama kurang lebih sembilan tahun (selesai sekitar tahun 1788 M di Thaif), kitab ini disusun menggunakan bahasa Melayu klasik dengan aksara Jawi (Arab Melayu). Motivasi utama Syekh Abdus Samad menulis kitab ini adalah agar kedalaman pemikiran tasawuf Imam Al-Ghazali dapat diakses dan dipahami secara luas oleh masyarakat lapisan bawah di Nusantara, bukan hanya terbatas pada kalangan ulama elit.

: Pembahasan penutup mengenai hakikat kematian, huru-hara hari kiamat, serta luasnya rahmat Allah di akhirat ( husnul khatimah ). Kurikulum Tasawuf: Mengapa Jilid 4 Tidak untuk Pemula?

: Provides scholarly articles and potentially full-text studies on the book's contents.

: Fitur pencarian kata kunci (search) memudahkan santri menemukan bab spesifik.

Sairus Salikin is a comprehensive spiritual guide that provides guidance on how to live a virtuous life, free from sin and full of spiritual growth. The book is written in a simple and accessible style, making it easy for readers to understand and implement the teachings in their daily lives. The series consists of four volumes, each focusing on a specific aspect of spiritual development.

Pentingnya Bimbingan Guru dalam Membaca Kitab Sairus Salikin